24 February 2007

Proyektor, Camcoder

Minggu lalu beli proyektor. Buat kebutuhan kantor sih (juga entertainment, hehehe). Karena males survey lapangan, cari2 aja di internet lihat2 bhinneka.com dan lain2. Awalnya bingung juga karena g tahu apa2 soal spek Proyektor. Tapi setelah tanya kiri kanan jadi lumayan tahu apa yg harus diperhatikan kalo mau beli proyektor. Beberapa di antaranya seperti Ansi Lumens-nya, umur lampu, harga (tentu saja), dll.

Setelah liat2 dikit di internet, pilihan jatuh ke MP611 BenQ. Alasannya: Lumens cukup tinggi, harga relatif terjangkau. Kebutuhannya sih cuman buat demo (internal or eksternal) n pemakaian entertain (kalau mau lihat bioskop sendiri, huehehe). Karena males keluar, pesan via telepon YomaComp toko komputer langganan di Dipati Ukur. Sore barang datang. Setelah dicoba dikit n bagus, ok langsung bayar.

Alhm langsung bisa dipakai terutama buat presentasi kalau ada tamu/klien/calon klien. Kalau presentasi di tempat klien, biasanya si klien ud punya proyektor. Terus iseng testing di beberapa ruangan mencari2 posisi n tempat yang pas. Yah lumayanlah g perlu beli layar lagi. Testing bioskop pake film Kabuto the Movie dan Superman Returns.... (g perlu ke bioskop neeh), tinggal atur tata suara aja :-D.

Oya, jadi tau juga cara itung2 kalau ada yg mau sewa. Mudah aja sih, Harga beli / Jam umur pemakaian = harga modal per jam. Tinggal mau ambil margin berapa dari hasil tersebut.

Masalah proyektor, beres. Sampai ini g ada masalah. Rencana berikutnya m beli Camcoder, niatnya buat dokumentasi acara2, buat Video promosi n manual. Tapi tidak seperti pemilihan proyektor yg mulus2 aja. Agak bingung juga dalam memilih model n merk apa. Awalnya tertarik dengan Camcoder Harddisk, tapi setelah review sana sini, harganya masih mahal n hasilnya g sebagus kualitas miniDV. Yg jelas model DVD out of topik, g terlalu menarik karena waktu rekamnya yg minim (30 menit) n harga DVD (ori) nya yg mahal.

Pilihan tinggal miniDV or HDD. Kedua-nya ada kelebihan dan kekurangan. Yang jelas kualitas miniDV (RAW) >> dari HDD (MPEG-2). Tapi pemindahan data/video jelas lebih cepat HDD karena tinggal Copy-Paste. Repotnya miniDV: perlu beli kaset terus menerus (walaupun harga cukup murah), kalo HDD kan tinggal pakai. Sebaliknya, HDD rentan rusak kena benturan, kalo kaset, tinggal beli baru. Satu lagi, output miniDV (AVI) lebih mudah diolah (biarpun gede pisan) daripada MPEG-2. Nah yg paling pengaruh, harga Camcoder MiniDV relatif lebih murah daripada HDD sekarang. Binun....

Selain itu, ada beberapa faktor teknis lain yg jadi pertimbangan seperti: Zoom optik (lupakan zoom digital, g ada pengaruh), CCD / 3CCD, viewfinder, LCD touchscreen, yang masing2 merk n seri beda2, jadi tambah binun.

Ada beberapa merk/seri yg jadi pertimbangan seperti : JVC GZ-MG37/70/77/505 , Sony SR-40/60/80/100 (?) buat yg model HDD (tapi masih mahal bo), JVC 570, Pan GS180 dkk (miniDV). Iseng2 cari review produk di internet, waks, hampir semua model JVC HDD direview jelek (cuman 1 yg lumayan, seri 505 tapi masih mahal amat), model SOny HDD juga g terlalu bagus. Kalo miniDV rata2 bagus tinggal pilihan lensa n CCD-nya aja. Pengen coba langsung ke BEC, eh g ada yg bisa coba dulu baru beli :-( .

Alhasil sampai sekarang belum menemukan pilihan buat Camcoder. Ntar deh dipikir2 sambil bertapa (programming).

Oya kesimpulan dari ini semua, aku jadi lebih tahu ttg jenis produk2 tsb :-D tambah ilmu ding.

1 Comments:

Blogger endra sulendra said...

Thanks informasinya
Mohon karakteristik
- mpg 1
- mpg 2
- mpg 4

11:20 AM  

Post a Comment

<< Home